Wednesday, August 20, 2014

Mikroba Ditemukan Hidup Di Bawah Es Antartika, Apakah Luar Angkasa Selanjutnya?

http://astronesia.blogspot.com/
Antartika

AstroNesia ~ Penemuan ekosistem mikroba kompleks jauh di bawah es Antartika mungkin menarik, tetapi tidak berarti bahwa kehidupan selalu ada pada dunia dingin di seluruh tata surya, peneliti mengingatkan.

Para ilmuwan mengumumkan hari ini (20 Agustus) di jurnal Nature bahwa berbagai jenis mikroba hidup di subglacial Lake Whillans, seperti danau air tawar yang terkubur di bawah 2.600 kaki (800 meter) di es Antartika. Banyak mikroorganisme di kedalaman gelap ini tampaknya mendapatkan energi dari batu, para peneliti melaporkan.

Hasil penelitian ini bisa memiliki implikasi untuk mencari kehidupan di luar Bumi, catat Martyn Tranter dari University of Bristol di Inggris, yang tidak berpartisipasi dalam penelitian ini.

"Tim ini telah membuka jendela menggoda pada komunitas mikroba di Lapisan Es Antartika Barat, dan bagaimana mereka bertahan dan mengatur dirinya sendiri," tulis Tranter. "Temuan ini bahkan menimbulkan pertanyaan apakah mikroba bisa makan batu di bawah lapisan es pada objek luar bumi seperti Mars. Gagasan ini memiliki daya tarik lebih sekarang."

Tapi seberapa banyak daya tarik ini menimbulkan masalah perdebatan. Misalnya, astrobiologis Chris McKay dari Ames Research Center NASA di California tidak melihat temuan ini memiliki banyak aplikasi ke Mars atau dunia asing lainnya.

"Pertama, jelas bahwa sampel air berasal dari sistem yang mengalir melalui es dan keluar ke laut," kata McKay, yang juga bukan bagian dari tim peneliti.

Baca juga : Wow!! Plankton Laut Ditemukan Hidup Di Luar ISS

"Kedua, dan terkait dengan hal ini, hasilnya tidak menunjukkan suatu ekosistem yang tumbuh di tempat yang gelap, sistem gizi terbatas," kata McKay. Mereka konsisten dengan puing-puing es diatasnya - diketahui mengandung mikro-organisme -. mengalir melalui dan keluar ke laut. Menarik, tetapi bukan model untuk ekosistem yang tertutup es secara menyeluruh (terisolasi)."

Terisolasi,lautan yang tertutup es yang ada pada beberapa bulan di Tata surya seperti bulan Jupiter Europa dan bulan Saturnus Enceladus mungkin dua objek terbaik untuk menjadi tuan rumah kehidupan di luar Bumi. McKay dan astrobiologists lain akan senang mengetahui apakah lautan ini memang menjadi rumah makhluk hidup.



Kita mungkin dapat mengetahui hal tersebut tanpa mendarat di Europa atau Enceladus. Gumpalan uap air terlihat menyembur ke angkasa dari daerah kutub selatan kedua bulan ini,yang menunjukkan bahwa wahana dapat diterbangkan di atasnya ketika uap air itu menyembur untuk mengambil sample airnya.

Petinggi NASA dan ESA memikirkan bahwa Europa adalah kandidat pertama. NASA menyusun rencana untuk misi Europa yang dapat diluncurkan pada pertengahan 2020-an, sedangkan ESA bertujuan untuk meluncurkan misi JUpiter ICy moons Explorer (JUICE) untuk mempelajari Bulan Jupiter Callisto dan Ganymede pada tahun 2022.

Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi

Plankton Laut Ditemukan Hidup Di Luar ISS

http://astronesia.blogspot.com/
Gambar ISS yang diambil tahun 2010

AstroNesia ~ Planton ditemukan di luar angkasa, tepatnya di permukaan Stasiun Luar Angkasa Internasional. Hebatnya, dalam kondisi luar angkasa yang minim oksigen, suhu rendah, dan paparan radiasi sinar kosmik, plankton itu masih hidup. 

Keberadaan plankton di luar angkasa itu ditemukan oleh kosmonot Rusia, Olev Artemyev dan Alexander Skvortsov. Mereka menemukannya saat melakukan spacewalk dan meluncurkan satelit nano. 

Mulanya, keduanya melakukan eksperimen dengan mengusap permukaan jendela atau iluminator ISS. Tak disangka, setelah diselidiki dengan alat yang cukup canggih dan presisi, ada plankton yang hidup di sana.  Vladimir Solovyev, pimpinan misi orbital Rusia, gembira dengan penemuan itu. Ia mengungkapkan, "temuan ini harus dipelajari lebih lanjut." 

Sejauh ini, belum diketahui asal-usul plankton tersebut. Yang jelas, plankton itu bukan jenis yang bisa ditemukan di Baikonur, tempat peluncuran misi antariksa Rusia. Diduga, plankton terbawa udara, menempel pada permukaan pesawat ruang angkasa dan sampai di ISS. 

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat belum berkomentar tentang penemuan ini. Apabila konfirmasi ulang menyatakan bahwa plankton itu memang hidup di ISS, maka harapan untuk menemukan kehidupan di luar angkasa semakin besar.

Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi

Asteroid 1950 DA Ancam Musnahkan Peradaban Di Bumi Tahun 2880

http://astronesia.blogspot.com/
Citra radar asteroid 1950 DA

AstroNesia ~ Sebuah asteroid raksasa dilaporkan tengah meluncur menuju Bumi. Para ilmuwan memprediksi asteroid tersebut akan menghantam planet kita pada tahun 2880 dan berpotensi mengakhiri kehidupan di Bumi.

Menurut pantauan dan perkiraan para ilmuwan, asteroid bernama 1950 DA itu kini tengah mendekati Bumi dan menjadi sebuah ancaman besar yang tak dapat dihindarkan.

Asteroid yang memiliki diameter lebih dari 1 kilometer itu bergerak dengan kecepatan 15 km per detik. Benda tersebut diperkirakan akan menghantam Bumi dan jatuh di Samudera Atlantik pada 16 Maret 2880 dengan kecepatan 61 ribu km per jam (38.000 mil per jam).

Hantaman asteroid 1950 DA ini akan menyebabkan ledakan super dahsyat yang setara dengan 44.800 megaton TNT.

Ledakan ini juga akan disertai dengan hembusan udara panas, gelombang tsunami raksasa, serta perubahan iklim di seluruh dunia yang berpotensi menghancurkan kehidupan manusia.  Banyak pakar dan bahkan pihak NASA juga sependapat bahwa asteroid 1950 DA yang memiliki komposisi besi dan nikel ini akan menabrak Bumi pada pertengahan Maret 2880.



Namun, dengan masih banyaknya waktu, yakni sekitar 35 generasi kehidupan manusia hingga datangnya asteroid 1950 DA, para ilmuwan optimis bahwa bencana besar akan dapat dihindari.

Jatuhnya benda antariksa berukuran besar menuju Bumi bukanlah yang pertama kali terjadi. Sekitar 65 juta tahun lalu, hal serupa juga pernah terjadi (peristiwa yang bernama K/T impact) dan imbasnya adalah terhapusnya seluruh peradaban dinosaurus di muka Bumi.

Asteroid 1950 DA ditemukan pada tanggal 23 Februari 1950. Asteroid ini diamati selama 17 hari dan kemudian menghilang dari pandangan selama setengah abad.

Kemudian, sebuah objek ditemukan pada 31 Desember 2000 yang diakui sebagai asteroid 1950 DA yang telah lama hilang.


Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi

Mars Akan Muncul Seperti Bulan Purnama Di Langit Bumi Pada 27 Agustus 2014 Bohong

http://astronesia.blogspot.com/
Gambar ini beredar di Facebook, dengan klaim bahwa Mars akan muncul sebesar dan seterang bulan purnama pada tanggal 27 Agustus 2014. Ini kabar hoax dan jangan percaya.Mars tidak akan pernah muncul sebesar bulan purnama di langit Bumi

AstroNesia ~ Ya ... itu terjadi lagi. Kabar ini juga pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2013. Namun kini sebuah email kembali beredar dan media sosial mendengungkan dugaan bahwa pada tanggal 27 Agustus 2014 Mars akan muncul seperti Bulan purnama di langit Bumi.

Seperti ini pesan yang beredar di email : "Ayo lihat Mars yang akan muncul seperti Bulan purnama pada tanggal 27 Agustus 2013, sangat spektakuler. Benar-benar pengalaman sekali seumur hidup".

Kabar hoax ini juga sempat beredar tahun lalu menyebutkan bahwa Mars dan bulan Bumi akan muncul sebagai "bulan ganda" pada akhir Agustus dan sebuah foto beredar di facebook. Baca disini untuk membaca kabar serupa pada tahun 2013 : Rumor Mars Akan Terlihat Sebesar Bulan Purnama Tanggal 27 Agustus 2013 Hanya Hoax,Jangan Percaya

Bisa dibilang,kabar ini adalah kabar hoax tahunan

Kedengarannya luar biasa! Mungkinkah itu terjadi? 

Jawabannya adalah itu tidak mungkin terjadi. Itu hanya sebuah kabar Hoax/bohong yang dibuat oleh seseorang yang tidak punya kegiatan. Kabar bohong ini telah beredar sejak tahun 2003 dan sudah 11 tahun berjalan.

http://astronesia.blogspot.com/
Planet merah Mars seperti yang terlihat oleh teleskop Hubble.Dapatkah Anda bayangkan melihat ini di langit malam kita? Ini akan menakutkan! Tapi itu tidak akan pernah terjadi.

Faktanya bahwa Mars tidak akan pernah muncul seperti Bulan purnama di langit Bumi. Dan Bulan tidak akan berbentuk purnama pada tanggal 27 Agustus 2014 (Anda mungkin akan melihat Bulan sebagai sabit tipis di barat setelah matahari terbenam). Dan Mars tidak akan tampak cerah atau berada pada posisi terdekat dengan Bumi pada bulan Agustus 2014. Pendekatan terdekat antara Bumi dan Mars tahun 2014 sudah terjadi pada tanggal 8 April dan itu tampak biasa saja.

Sebagaimana terlihat dari Bumi, di bulan ini,Mars tidak akan muncul berdampingan dengan bulan purnama. Jika dilihat dari Bumi, Mars memiliki diameter sekitar 1/140 diameter bulan purnama.

Anda memerlukan 140 planet Mars dan meletakkannya berdampingan untuk menyamai diameter Bulan.


Planet ini sedikit lebih kecil dari Bumi tapi lebih besar dari Bulan Bumi.Mars juga sangat jauh dibanding Bulan. Jarak bulan-bumi hanya beberapa detik cahaya saja.Pantulan cahaya dari permukaan bulan membutuhkan waktu sekitar satu detik untuk mencapai kita di Bumi. Sedangkan cahaya dari Mars memakan waktu lebih lama untuk mencapai Bumi - dari beberapa menit sampai sekitar 20 menit,tergantung dari gerakan Bumi dan Mars mengelilingi matahari.  

Bulan berada lebih dekat dengan Bumi,makanya Bulan terlihat sebagai cakram terang di langit kita. Sedangkan Mars letaknya sangat jauh jadi biar bagaimana pun,Mars hanya akan terlihat seperti bintang di langit malam.

Jadi bagaimana rumor 'Mars terlihat sebesar bulan purnama' di mulai? Ini dimulai dengan suatu peristiwa yang sebenarnya, pada tahun 2003. Pada tanggal 27 Agustus 2003,Mars datang sedikit lebih dekat terhadap Bumi yang tidak pernah sedekat itu sejak 60.000 tahun lalu. Jarak Mars saat itu mencapai 34.7 juta mil jauhnya (lebih dari tiga menit cahaya). Orang terakhir yang melihat pendekatan ini di tahun sebelumnya adalah manusia Neanderthal.   

Apakah pemandangan itu spektakuler? Ya! Mars tampak seperti titik api di langit malam.

Apakah Mars sebesar dan seterang bulan, bahkan pada posisi terdekatnya dengan Bumi pada tahun 2003? Jawabannya tidak dan Mars tidak akan pernah muncul sebesar bulan purnama di langit Bumi.

Intinya:    

-Mars tidak akan muncul sebesar bulan purnama pada tanggal 27 Agustus 2013.    

-Mars tidak akan pernah muncul sebesar bulan purnama di langit Bumi.  

Informasi yang beredar yang mengatakan Mars akan sebesar Bulan purnama di langit bumi adalah Hoax/bohong yang dibuat oleh orang kurang kerjaan. 

Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi

Astronom Amatir Terry Lovejoy Kembali Temukan Komet Baru

http://astronesia.blogspot.com/
Citra komet C / 2014 Q2 (Lovejoy) yang terletak di tengah gambar.

AstroNesia ~ Sudah di konfirmasi!!, Astronom amatir Australia Terry Lovejoy baru saja menemukan komet kelimanya, C / 2014 Q2 (Lovejoy). Dia menemukannya pada tanggal 17 Agustus menggunakan CELESTRON C8 dilengkapi dengan kamera CCD di observatorium atap rumahnya di Brisbane, Australia.

"Saya mengambil serangkaian gambar kembar dan menggunakan perangkat lunak untuk menemukan objek bergerak," kata Lovejoy. "Perangkat lunak yang saya gunakan kemudian saya cek secara manual dengan mata ketika ada objek dugaan."

Sebagian besar dari apa yang muncul pada kamera ini adalah asteroid, komet dikenal atau alarm palsu, tapi tidak kali ini. Lovejoy menemukan objek samar kabur di konstelasi Puppis pada pagi hari.

http://astronesia.blogspot.com/
Terry Lovejoy

Dengan kecerahan sekitar magnitudo +15,komet baru ini akan menjadi objek langit selatan sampai akhir musim gugur ini ketika komet ini mengayun ke utara saat melakukan perihelion atau pendekatan terdekat dengan Matahari. Penemuan Lovejoy membutuhkan lebih banyak pengamatan untuk lebih memperbaiki orbitnya, namun berdasarkan data awal, Maik Meyer, pendiri Comet Mailing List, ia menghitung komet ini akan mencapai perihelion pada tanggal 2 Januari 2015.

Pada tanggal itu,komet ini akan berjarak 84 juta mil dari matahari,tapi satu bulan sebelumnya pada tanggal 7 Desember, komet ini akan melintas 6,5 juta kilometer dari Bumi dan terlihat oleh teleskop amatir.

Anda mungkin ingat beberapa komet Terry sebelumnya. Komet Lovejoy (C / 2011 W3), sebuah komet sungrazer yang ditemukan pada November 2011, melintas hanya 87.000 kilometer di atas permukaan matahari. Banyak astronom berpikir komet itu tidak akan bertahan dari panas matahari, namun luar biasa, meskipun banyak intinya dibakar,komet ini memiliki material yang cukup untuk selamat dan membuat ekor yang spektakuler.

Selamat Terry atas temuan komet baru ini!

Update : 

Perhitungan orbit terbaru dari Minor Planet Center berdasarkan 24 observasi sekarang menempatkan perihelion komet C / 2014 Q2 (Lovejoy) terjadi pada tanggal 14 Februari 2015 dan berjarak 164.600.000 mil (265 juta km) dari Matahari. Sementara pendekatan terdekat dengan Bumi akan terjadi pada bulan Januari 2015 dan akan berjarak 93.200.000 mil (150 juta km) dari permukaan Bumi.

 

Tuesday, August 19, 2014

Aktivitas Vulkanik Di Tata Surya Ternyata Terjadi Lebih Awal Dari Perkiraan Sebelumnya

Bukti baru meteorit ini menunjukkan aktivitas vulkanik dimulai jauh lebih awal dalam sejarah tata surya daripada yang diperkirakan sebelumnya

AstroNesia ~ Peneliti percaya jika ada aktivitas gunung berapi di atas sistem tata surya kita jutaan tahun lalu. Ini terbukti dengan adanya meteorit yang mengandung mineral vulkanik. 

Studi yang dilakukan oleh Profesor Addi Bischoffa dari University of Munster di Jerman ini menemukan sebuah asteroid kecil yang menunjukkan adanya aktivitas vulkanik jutaan tahun setelah terbentuknya solar sistem. Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) berdasarkan analisa terhadap satu meteorit yang dianggap paling unik yang pernah ada. 

"Kami menemukan batu ini diproduksi oleh gunung berapi dalam sebuah asteroid kecil. Usianya sekitar 6,5 juta tahun setelah formasi pertama sistem tata surya dengan material padat terbentuk," ujar Bischoffa, seperti dikutip dari ABC.net, Selasa 19 Agustus 2014. 

Awalnya Bischoffa mengira jika jenis batu seperti ini hanya terdapat pada planet dengan ukuran seperti bumi dan terbentuk tidak lama sebelum bumi ada. Namun ternyata meteor ini menunjukkan hal lain. 

Dalam penelitiannya, Bischoffa dan koleganya memeriksa contoh dari meteorit Almahata Sitta, yang ditemukan di Sudan 2008 lalu. Dengan menggunakan mikroskop elektron dan optikal, Bischoffa menemukan adanya kandungan mineral kaya silika.

Mineral ini dipercaya hanya ada di batu vulkanik yang mengalami kristalisasi secara cepat.  "Kristalisasi cepat disebabkan ledakan, atau ketika lava kelar dari mulut bumi dan mengalami pendinginan secara cepat. Ini terjadi saat meteor masih menyatu dengan induknya," ujar Bischoffa. 

Asteroid yang Unik 

Almahata Sitta merupakan satu dari koleksi 600 meteorit yang berasal dari asteroid 2008 TC3. Ini merupakan asteroid pertama yang terlacak di luar angkasa sebelum akhirnya meledak di atas Gurun Nubian, sebelah timur Gurun Sahara. 

Meteor itu masuk ke dalam jenis ureiltes, yang mengandung campuran mineral dari semua senyawa yang ada di asteroid. Tidak heran jika Bischoffa menganggap meteor ini sangat unik.  "Almahata Sitta itu seperti semua sistem klasifikasi meteorit yang ada dalam satu meteor.

Di sini kita bisa melihat bagaimana asteroid ini terbentuk dan kembali menyatu dalam sistem tata surya kita pertama kali," ujar Bischoffa. 

Sistem tata surya kita pertama merupakan tempat yang penuh dengan batu dan asteroid. Mereka berpotensi tabrakan satu sama lain. Induk meteor Almahata Sitta hancur dalam tabrakan dengan asteroid lain saat 6,5 juta tahun lalu.  Peneliti percaya jika asteroid ini berada di suhu 1200 dan 1300 serajat celsius.

Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi

Lubang Hitam Berukuran Sedang Berhasil Ditemukan

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi lubang hitam

AstroNesia ~ Sebuah studi baru menunjukkan bahwa lubang hitam memang hadir dalam tiga bentuk ukuran : Kecil,Menengah,dan ekstra besar.

Para astronom telah mempelajari banyak lubang hitam di kedua ukuran ekstrim seperti lubang hitam bermassa bintang sampai lubang hitam supermasif yang bermassa jutaan hingga miliaran kali massa Matahari yang mengintai di inti galaksi.

Para peneliti telah melihat petunjuk dari lubang hitam berukuran sedang yang lebih jarang,lubang hitam ini berukuran antara 100 dan beberapa ratus ribu massa matahari.Tapi sangat sulit mengukur suatu objek dengan tepat sehingga keberadaan lubang hitam berukuran sedang telah lama menjadi bahan perdebatan.

Tapi perdebatan itu sekarang dapat terhenti kata tim peneliti yang telah mengukur massa lubang hitam menengah dengan ketepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebuah lubang hitam di galaksi terdekat M82 memiliki massa hanya 428 massa matahari menurut laporan mereka di Jurnal Nature.

Baca : 10 Fakta Unik Lubang Hitam Yang Mungkin Belum Anda Ketahui

"Objek lubang hitam berukuran seperti ini sangat diharapkan",kata rekan penulis studi Richard Mushotzky, seorang profesor astronomi di University of Maryland, mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Para astronom telah lama menanyakan, 'Apakah objek-objek seperti itu ada atau tidak dan bagaimana sifat mereka? Sampai saat ini, kami belum memiliki data untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. "

Pola Dalam Terang

Lubang hitam terkenal melahap apa pun yang terlalu dekat dengannya, termasuk cahaya. Tapi itu tidak berarti para astronom tidak dapat melihat mereka; astronom dapat melihat aliran cahaya X-ray terang dari cakram material super panas yang masuk dalam mulut lubang hitam.

Sekitar 15 tahun yang lalu, NASA Chandra X-ray Observatory melihat emisi tersebut yang berasal dari satu sumber di galaksi M82, yang terletak sekitar 12 juta tahun cahaya dari Bumi. Dalam waktu yang lama, Mushotzky dan beberapa ilmuwan lain menduga bahwa objek, yang disebut M82 X-1, adalah lubang hitam berukuran sedang. Tapi kecurigaan ini sangat sulit di konfirmasi.

"Untuk alasan yang sangat sulit untuk mengerti, objek-objek ini selalu menghindar teknik pengukuran standar," kata Mushotzky.

Dalam studi baru, tim yang dipimpin oleh mahasiswa doktoral Dheeraj Pasham dari University of Maryland melihat lebih dekat M82 X-1. Mereka mempelajari pengamatan yang dilakukan tahun 2004-2010 oleh satelit NASA Rossi X-ray Timing Explorer (RXTE) yang berhenti beroperasi pada tahun 2012.

Data RXTE mengungkapkan sepasang goyangan emisi sinar-X yang berulang dari M82 X-1. Goyangan ini masing-masing terjadi 5.1 kali per detik dan 3,3 kali per detik (rasio 01:57). Fakta ini memungkinkan tim untuk menentukan massa lubang hitam. "Sederhananya, jika lubang hitam kecil, periode orbit di orbit melingkar lebih pendek, tetapi jika lubang hitam besar, periode orbit lebih panjang (frekuensi yang lebih kecil)."



Para peneliti menghitung massa M82 X-1 sekitar 428 massa matahari, plus atau minus 105 massa matahari.
"Menurut pendapat kami, ini adalah pengukuran massa paling akurat dari sebuah lubang hitam bermassa menengah sampai saat ini," kata Pasham.


Mempelajari Pertumbuhan Lubang Hitam


Mengkonfirmasi keberadaan lubang hitam menengah dapat membantu para peneliti lebih memahami monster supermasif di inti galaksi.

Baca :  Mengapa Lubang Hitam Supermasif Bisa Tumbuh Begitu Besar Dalam Waktu Singkat?

Raksasa tersebut tampaknya pertama kali terbentuk pada hari-hari awal alam semesta, hanya beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang. Mereka tidak bisa tumbuh begitu besar secepat itu jika "benih" mereka berasal dari lubang hitam kecil bermassa bintang (hasil dari runtuhnya bintang raksasa), kata Pasham.


"Banyak teori telah menyarankan bahwa benih awal lubang hitam ini berukuran sekitar 100 -1000 massa matahari kita," katanya. "Tapi kita tidak punya bukti kuat untuk lubang hitam bermassa menengah seperti itu."

Temuan ini diterbitkan secara detail pada 17 Agustus di Jurnal Nature.

Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi