Thursday, December 3, 2015

Jika Tinggal Di Planet Ini, Tahun Lebih Cepat Berlalu Dibanding Hari

Ilustrasi menunggu hari esok

AstroNesia ~ Jika anda tinggal di planet ini, semua hal akan terasa sangat aneh bagi kita manusia yang selalu tinggal di Bumi. Salah satu keanehan itu terletak di HARInya. Bayangkan saja, di planet ini TAHUN lebih cepat berlalu di banding HARI!!!

Dialah Venus, planet terdekat kedua dari Matahari setelah Merkurius.

Jika kita hidup di Venus, hari akan menjadi sangat aneh. Venus berputar pada porosnya berlawanan arah dari yang dilakukan Bumi. Ini berarti di Venus, Matahari terbit di barat dan terbenam di timur! Dan hari disana sangat panjang, sama dengan 243 hari Bumi!



Lebih aneh lagi adalah kenyataan bahwa satu hari di Venus lebih panjang dari satu tahun! Periode orbit Venus di sekitar Matahari (Tahun) hanya 225 hari sementara ia berputar pada porosnya (hari) memerlukan waktu 243 hari. Menurut kalender Venus, Perang Dunia II berakhir hanya 56 hari yang lalu!

Venus adalah salah satu dari hanya dua planet yang berputar ke arah yang berlawanan (salah satunya Uranus), yang disebut gerak retrograde. Ada beberapa teori mengapa Venus berputar dengan cara ini. Keduanya melibatkan tabrakan di masa lalu yang mengubah rotasi Venus.

Venus

Jika anda berencana menikmati pengalaman HARI di Venus, sebaiknya jangan jika anda masih ingin hidup. Walaupun Venus kadang disebut kembaran Bumi, itu hanya berlaku pada ukurun mereka yang hampir sama tapi sifat jelas berbeda. Venus lebih tepat dijuluki kembaran jahat Bumi.

Salah satu hal yang membuat Venus tidak ramah bagi manusia adalah suhunya. Walaupun dia bukan planet terdekat dengan Matahari, dia adalah planet terpanas di Tata Surya. Suhunya cukup untuk melelehkan timah. 

Hal ini disebabkan oleh atmosfernya yang tebal sehingga membuat efek rumah kaca yang dibuat oleh gas karbondioksida dan awan dari asam sulfat. Baca : Beginilah Cara Venus Membunuh Anda Dalam 10 Detik

Sinyal Misterius FRB Mungkin Tidak Berasal Dari Alien

Ilustrasi ini menunjukkan cahaya FRB yang mengarah ke Bumi

AstroNesia ~ Para astronom telah melihat sebuah ledakan energi besar yang berlangsung hanya beberapa milidetik, yang dikenal sebagai Fast Radio Burst (FRB).

Sumber sinyal misterius ini berasal dari jarak 6 miliar tahun cahaya dari Bumi dari suatu daerah yang sangat bermagnet di ruang angkasa.

Sinyal ini memiliki 'jejak magnet' aneh yang telah membantu peneliti mempersempit kemungkinan sumbernya pada supernova, nebula pembentuk bintang atau pusat galaksi di wilayah tersebut.

FRB pertama kali terlihat pada tahun 2001 oleh Teleskop Radio Parkes di Australia. Hingga kini, total 16 FRB telah dicatat, mayoritas dari mereka ditemukan di Parkes.



Tetapi para ilmuwan tidak yakin kekuatan apa yang menghasilkan kedipan radio sekilas ini, yang melepaskan banyak energi dalam sekejap.

Beberapa telah berhipotesis bahwa mereka disebabkan oleh bintang neutron yang berputar cepat, sementara yang lain telah berspekulasi FRB bahkan bisa menjadi emisi atau sinyal dari alien.

Studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, dapat membantu para ilmuwan mengungkap misteri ini.

Peneliti menggunakan perangkat lunak untuk menyaring 700 jam data radio astronomi yang dikumpulkan oleh teleskop radio Green Bank di West Virginia.


Saat mendeteksi ledakan baru - yang mereka namakan FRB 110523 - para ilmuwan menentukan bahwa FRB itu memiliki lengkungan seperti pembuka botol yang disebut Faraday Rotation.

Ini adalah distorsi semburan yang khas setelah bepergian melalui medan magnet yang kuat.

Analisis lebih lanjut membawa mereka untuk percaya bahwa sinyal ini telah melewati dua wilayah yang terisi gas - atau 'layar' - sebelum mencapai Bumi.

Para peneliti menghitung bahwa satu dari layar ini sangat dekat dengan sumber ledakan itu. Hal ini menunjukkan bahwa hanya segelintir peristiwa yang bisa menghasilkan FRB.


"Kami sekarang tahu bahwa energi dari ledakan khas ini melewati medan magnet padat tak lama setelah ia terbentuk," jelas Kiyoshi Masui, penulis utama studi tersebut.

"Ini secara signifikan mempersempit lingkungan sumber dan jenis aktivitas yang memicu ledakan - dan berarti sumber pulsa ini kemungkinan berada dalam nebula pembentuk bintang atau sisa-sisa supernova. '


Dalam tulisan ini, para astronom menambahkan bahwa ledakan ini bisa juga berasal dari inti padat sebuah galaksi.

Pengungkapan penyebab FRB juga dapat membantu para astronom memahami beberapa mekanisme yang paling dasar dari alam semesta kita.


Misalnya, bisa memberikan rincian baru tentang bagaimana sinyal radio berpencar ke seluruh ruang atau - jika lubang hitam terlibat - bagaimana gravitasi bekerja dalam kondisi ekstrim.

Sebagai contoh, sebuah penelitian terbaru yang dibuat oleh California Institute of Technology berhipotesis bahwa penyebab FRB terjadi dari interaksi gravitasi antara bintang neutron dan lubang hitam.

Menurut teori, kadang-kadang dua objek kosmik ini bisa digabungkan dalam satu bentuk 'sirkuit', saling silang dengan partikel plasma.
Jika lubang hitam menelan bintang, sirkuit akan patah, menghasilkan ledakan.

Wednesday, December 2, 2015

Bintang Ini Hasilkan Superflare Yang Setara Miliaran Megaton Bom Dan Matahari Juga Berponsi

Gambar di atas menunjukkan matahari saat tenang (kiri) dan bagaimana Matahari mungkin terlihat jika menghasilkan superflare (kanan)

AstroNesia ~ Jilatan api matahari (solar flare) sudah dikenal mampu merusak satelit, jaringan komunikasi dan jaringan listrik di Bumi dengan mengirimkan aliran partikel energi tinggi di seluruh tata surya.

Sekarang para ilmuwan memperingatkan kita tentang bahaya yang berpotensi jauh lebih dahsyatfenomena yang dikenal sebagai solar superflare.




Astrofisikawan memperkirakan superflare tersebut bisa melepaskan setara dengan miliaran megaton bom.


Dengan kekuatan seribu kali dari sebuah solar flare biasa, superflare bisa memiliki konsekuensi yang menghancurkan di tanah serta di satelit dan astronot yang berada di luar angkasa.

Chloe Pugh, seorang mahasiswa PhD di University of Warwick's centre for fusion, space and astrophysics,  dan rekan-rekannya membuat peringatan setelah mempelajari bintang yang berjarak 1.480 tahun cahaya dari Bumi.

Bintang ini, disebut KIC9655129, secara teratur menghasilkan superflares tetapi para peneliti menemukan bahwa ketika bintang ini mengeluarkan superflare, ia juga menghasilkan pola gelombang sama dengan yang di keluarkan matahari kita ketika menghasilkan flare.

Nona Pugh mengatakan: 'Solar flare terdiri dari serangkaian pulsa reguler menyerupai gelombang, kadang-kadang dengan beberapa gelombang ditumpangkan satu sama lain.

'Sifat gelombang pada superflare di bintang jauh ini konsisten dengan sifat yang ditemukan dalam jilatan api matahari.'


'Coronal seismology' memiliki kemiripan dengan studi gempa di Bumi.

Dr Anne-Marie Broomhall, yang ikut menulis penelitian yang diterbitkan dalam Astrophysical Journal Letters, menambahkan: "Ketika flare terjadi kita melihat peningkatan pesat dalam intensitas diikuti oleh penurunan bertahap, kadang-kadang dengan benturan yang terlihat atau quasi-periodic pulsations (QPP).' 

Para peneliti menemukan dua QPP independen di KIC9655129, yang memiliki durasi 78 dan 32 menit.

Mereka menyimpulkan ini disebabkan oleh osilasi magnetohidrodinamik. Osilasi ini sering diamati dalam jilatan api matahari, menunjukkan bahwa proses fisik yang sama juga terlibat.

Ini 'mendukung hipotesis bahwa Matahari kita mampu menghasilkan superflare yang berpotensi menghancurkan' kata Dr Broomhall.


Flare Matahari kita biasanya melepaskan jumlah energi yang sama dengan 100 juta bom megaton, superflare dapat melepaskan setara dengan miliar bom megaton.

Namun, para ilmuwan bersikeras bahwa kita tidak perlu panik.


Bintang KIC9655129, tidak seperti Matahari, ia adalah objek biner dengan dua bintang yang mengorbit satu sama lain, sehingga mungkin memiliki beberapa perbedaan yang memicu superflarenya dengan Matahari kita.

Pugh menambahkan: 'Jika matahari kita menghasilkan superflare, itu akan menjadi bencana bagi kehidupan di Bumi - sistem komunikasi GPS dan radio kita bisa sangat terganggu dan mungkin ada pemadaman listrik dalam skala besar.

'Untungnya kondisi yang diperlukan untuk membuat sebuah superflare sangat tidak mungkin terjadi pada Matahari, berdasarkan pengamatan aktivitas matahari sebelumnya. "

Astronom Temukan Exoplanet Yang Ditendang Ke Pengasingan

Sebuah pandangan sudut luas dari bintang HD 106906 yang diambil oleh Teleskop luar angkasa Hubble dan gambar dekat diambil oleh Gemini Planet Imager mengungkapkan sistem komet pada tata surya ini terganggu, menunjukkan hubungan sabuk komet ini dan planet luar biasa jauh (kanan atas), yang bermassa 11 kali massa Jupiter.

AstroNesia ~ Pulau Hawaii saat ini di penuhi oleh segerombolan ilmuwan planet yang berkumpul untuk membahas planet paling mengejutkan dan ekstrim yang berada di luar tata surya Bumi.

Konfrensi Extreme Solar Systems III, yang diselenggarakan oleh American Astronomical Society, adalah pertemuan ketiga dari jenisnya yang diselenggarakan sejak 2007, dan telah mengumpulkan sekitar 350 ilmuwan. 



Dalam konferensi pers kemarin (1 Desember), beberapa ilmuwan di pertemuan itu berbicara kepada wartawan tentang beberapa topik yang disajikan pada pertemuan tersebut. Para ilmuwan membahas tata surya aneh dengan sebuah planet yang mengorbit bintang induknya 15 kali lebih jauh dari Pluto mengorbit matahari.

Planet HD 106906b Yang Misterius

Sebuah planet bernama HD 106906b, planet gas raksasa yang memiliki massa11 kali lebih besar dari planet Jupiter. Planet ini juga mengorbit bintang induknya pada jarak yang luar biasa jauh sekitar 60 miliar mil (97 miliar kilometer), atau 16 kali lebih jauh dari Pluto mengorbit matahari.

Menurut ilmuwan, planet raksasa seperti ini kemungkinan terbentuk dekat dengan bintang induknya, tak lama setelah kelahiran bintang, jadi bagaimana HD 106906b bisa berada sejauh ini dari bintang induknya?

Paul Kalas dari University of California, Berkeley, dan Abhijith Rajan dari Arizona State University mengatakan mereka mulai membuat sketsa gambar tentang apa yang terjadi dalam sistem yang aneh ini, berkat gambar yang diambil dengan Teleskop luar angkasa Hubble dan Gemini Planet Imager (GPI). Gambar menunjukkan tanda-tanda bahwa sistem ini baru-baru ini terganggu oleh sesuatu, mungkin bintang yang lewat.

Para ilmuwan juga menemukan sebuah cincin komet yang sangat tebal mengorbit bintang, tapi itu bukan hal aneh. Namun yang aneh adalah lingkaran komet ini miring dan berbeda dari bidang planet meskipun kemungkinan planet dan komet ini terbentuk dari cakram materi yang sama. Para peneliti mengatakan ini lebih mendukung hipotesis bahwa gaya gravitasi yang kuat baru-baru ini menganggu sistem tersebut.

Para ilmuwan juga mengatakan bahwa sistem bintang ini sangat muda (hanya 13 juta tahun) dan mungkin memiliki beberapa kesamaan dengan sistem tata surya Bumi. Para ilmuwan bahkan telah berhipotis bahwa planet-planet masif terbentuk dekat dengan matahari bumi, dan dikeluarkan ke wilayah dingin dan gelap di luar Pluto, di beberapa titik dalam sejarah awal tata surya.

Planet ini mungkin juga memiliki cincin puing sendiri yang di ambil dari sabuk komet ketika dia di lempar keluar.

Video Menakjubkan Ini Memperlihatkan Tahap Pemisahan Roket Di Luar Angkasa


AstroNesia ~ Wow. Ini benar-benar spektakuler. Berikut cuplikan dari UP Aerospace, yang memperlihatkan roket memisahkan multistage (multi tahap) di ruang angkasa yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Anda bisa melihatnya terpisah satu sama lain dengan cara yang menakjubkan.

Berikut videonya :

Tuesday, December 1, 2015

Video Ini Tunjukkan Semua Planet Yang Ditemukan Teleskop Kepler


AstroNesia ~ Berikut ini adalah sebuah video yang menunjukkan penemuan exoplanet yang dibuat oleh teleskop luar angkasa NASA Kepler. Dalam video berdurasi satu menit, Ethan Kruse menggambarkan tingkat penemuan planet yang dilakukan oleh teleskop Kepler.

Seperti yang Anda lihat dalam video, banyak dunia Kepler melintas didepan bintang induknya jauh lebih cepat daripada planet di tata surya kita, banyak dunia Kepler memiliki tahun hanya dalam beberapa hari.  

Sebuah planet yang melintas di depan bintang induknya dari sudut pandang Bumi di sebut transit dan teknik inilah yang digunakan oleh teleskop Kepler untuk menemukan planet baru yang jauh. Ia melihat peredupan dalam kecerahan bintang, yang berarti ada planet yang melintasi wajah bintang dari sudut pandang Kepler.



Semakin sering dia melintas, semakin besar peluangnya untuk ditemukan. Jadi Kepler mungkin lebih cepat untuk menemukan sebuah planet yang memiliki orbit dalam beberapa hari atau beberapa minggu dibanding planet yang mengorbit dalam waktu bulan atau tahun (dalam waktu Bumi) - meskipun beberapa planet dengan orbit lama sudah ditemukan, termasuk "sepupu bumi" Kepler-452b.

Lihat videonya di bawah ini dalam nikmati petualangan anda dalam dunia Kepler - dunia di tata surya lain.


NASA Rayakan 20 Tahun Wahana SOHO Dengan Video Menakjubkan

Salah satu citra Matahari yang diambil NASA SOHO

AstroNesia ~ Badan Antariksa AS, NASA merayakan 20 tahunnya Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) di ruang angkasa pada hari Rabu ini, 2 Desember. 

Diluncurkan pada 2 Desember 1995 untuk mempelajari matahari, observatorium ini merevolusi bidang ilmu pengetahuan, yang dikenal sebagai heliophysics, memberikan dasar pada hampir 5.000 karya ilmiah.

Pesawat ruang angkasa ini telah menangkap sejumlah gambar rinci matahari yang memungkinkan para ilmuwan untuk memantau perubahan energi, angin Matahari, dan banyak lagi.



Untuk merayakan kesempatan itu, NASA merilis sebuah video menakjubkan yang menampilkan highlights wahana antariksa SOHO selama 20 tahun di ruang angkasa.

SOHO juga menemukan peran yang tak terduga sebagai pemburu komet terbesar sepanjang masa - penemuannya telah mencapai 3.000 pada September 2015.

SOHO adalah proyek bersama dari kerjasama internasional antara European Space Agency (ESA) dan NASA.

Misi, yang awalnya direncanakan hanya dua tahun, menerima persetujuan untuk diperpanjang sampai 2016.